Sektor properti dan bahan bangunan terus menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia memasuki tahun 2026. Bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang ini, kebutuhan modal kerja menjadi faktor krusial untuk mengembangkan usaha. Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank yang memiliki fokus pada sektor perumahan menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sangat relevan untuk para pengusaha material bangunan, toko bangunan, kontraktor kecil, hingga developer properti skala mikro.
Program KUR BTN 2026 hadir dengan bunga flat 6% per tahun sesuai kebijakan pemerintah terbaru, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pembiayaan dengan beban cicilan yang lebih ringan. Berbeda dengan kredit komersial yang bisa mencapai 14-15% per tahun, subsidi pemerintah membuat KUR menjadi pilihan paling ekonomis untuk modal usaha.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif cara mendaftar KUR BTN 2026 khusus untuk usaha di sektor properti dan bahan bangunan, mulai dari persyaratan, jenis produk, hingga tips agar pengajuan disetujui.
Mengenal Jenis KUR BTN 2026
Kategori KUR Berdasarkan Plafon
Bank BTN menyediakan beberapa kategori KUR yang dapat dipilih sesuai dengan skala dan kebutuhan usaha. Pemahaman terhadap kategori ini penting agar pengajuan tepat sasaran.
KUR Mikro ditujukan untuk usaha yang baru merintis atau berskala kecil dengan plafon maksimal Rp50 juta per debitur. Keunggulannya adalah proses lebih cepat dan tidak memerlukan jaminan tambahan.
KUR Kecil diperuntukkan bagi usaha yang sudah berkembang dengan plafon mulai dari Rp50 juta hingga Rp500 juta. Untuk kategori ini, bank biasanya meminta jaminan tambahan berupa sertifikat tanah, BPKB, atau aset lainnya.
Karakteristik KUR BTN untuk Sektor Properti
| Aspek | KUR Mikro | KUR Kecil |
|---|---|---|
| Plafon Maksimal | Rp50 juta | Rp500 juta |
| Suku Bunga | 6% per tahun | 6% per tahun |
| Tenor Modal Kerja | Maksimal 3 tahun | Maksimal 4 tahun |
| Tenor Investasi | Maksimal 5 tahun | Maksimal 5 tahun |
| Agunan Tambahan | Tidak wajib | Wajib (SHM, BPKB) |
| Cocok Untuk | Toko bangunan kecil, supplier material | Kontraktor, developer mikro |
Persyaratan KUR BTN 2026
Syarat Umum Calon Debitur
Sebelum mengajukan KUR BTN, pastikan Anda memenuhi kriteria dasar berikut: Warga Negara Indonesia (WNI) dengan e-KTP aktif, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, usia maksimal 65 tahun pada saat kredit lunas, memiliki usaha produktif yang sudah berjalan minimal 6 bulan, tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau KKB), dan tidak termasuk dalam daftar hitam SLIK OJK.
Dokumen yang Diperlukan
Persiapkan dokumen-dokumen berikut untuk kelancaran proses pengajuan: KTP Elektronik yang masih berlaku, Kartu Keluarga (KK) terbaru, Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan atau NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS, NPWP (wajib untuk plafon di atas Rp50 juta), foto usaha dan lokasi, serta bukti transaksi atau catatan keuangan sederhana. Untuk KUR Kecil, tambahkan dokumen agunan seperti SHM/SHGB atau BPKB kendaraan.
Syarat Khusus Usaha Properti dan Bahan Bangunan
Untuk usaha di sektor ini, BTN biasanya meminta bukti tambahan berupa: foto lokasi toko atau gudang, daftar supplier dan distributor yang bekerja sama, serta bukti transaksi jual beli material seperti nota, faktur, atau mutasi rekening bisnis.
Langkah-Langkah Pengajuan KUR BTN 2026
1. Persiapan Awal
Sebelum mengajukan, pastikan SLIK OJK (BI Checking) Anda bersih tanpa tunggakan aktif. Cek riwayat kredit melalui website idebku.ojk.go.id atau datang ke kantor OJK terdekat. Jika memiliki tunggakan, lunasi terlebih dahulu karena riwayat kredit buruk akan otomatis ditolak sistem.
2. Kunjungi Kantor Cabang BTN Terdekat
Sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mengajukan KUR untuk usaha bahan bangunan atau properti. Petugas akan memberikan formulir pengajuan dan menjelaskan prosedur lengkap.
3. Lengkapi Formulir dan Serahkan Dokumen
Isi formulir pengajuan dengan data yang akurat dan lengkap. Lampirkan seluruh dokumen persyaratan yang sudah disiapkan. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan nama, alamat, atau nominal yang diminta.
4. Proses Verifikasi dan Survei Lokasi
Bank akan memverifikasi data melalui sistem dan melakukan survei lapangan ke lokasi usaha dalam waktu 1-2 minggu. Petugas akan mengecek kebenaran data, kondisi usaha, dan kelayakan pembiayaan.
5. Analisa Kredit dan Keputusan
Tim analis bank akan mengevaluasi kemampuan bayar dan prospek usaha Anda. Proses ini memakan waktu 1-2 minggu setelah survei.
6. Pencairan Dana
Jika disetujui, Anda akan diminta menandatangani akad kredit dan dana akan dicairkan ke rekening BTN Anda dalam waktu 3-7 hari kerja.
Tips Agar Pengajuan KUR BTN Disetujui
Memastikan pengajuan KUR disetujui membutuhkan persiapan yang matang. Pertama, bangun rekam jejak keuangan dengan rajin menabung di rekening BTN sebelum mengajukan. Kedua, pastikan usaha benar-benar aktif dengan bukti fisik dan transaksi nyata. Ketiga, ajukan nominal sesuai kebutuhan riil dan kemampuan bayar, jangan berlebihan. Keempat, siapkan catatan keuangan sederhana yang menunjukkan omzet bulanan. Kelima, jika memiliki KPR di BTN, manfaatkan hubungan baik tersebut karena bank lebih percaya pada nasabah existing.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah toko bangunan rumahan bisa mengajukan KUR BTN?
Bisa, selama usaha sudah berjalan minimal 6 bulan dan memiliki bukti transaksi jual beli material. Untuk skala kecil, ajukan KUR Mikro dengan plafon maksimal Rp50 juta.
Berapa lama proses pengajuan KUR BTN hingga cair?
Total waktu dari pengajuan hingga pencairan sekitar 2-4 minggu, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil survei lapangan.
Apakah bisa mengajukan KUR BTN secara online?
Pengajuan awal bisa dilakukan melalui website btn.co.id atau aplikasi BTN Mobile. Namun, proses verifikasi dan penandatanganan akad tetap harus dilakukan secara langsung di kantor cabang.
Jika sudah punya KPR di BTN, masih bisa ajukan KUR?
Bisa. KPR termasuk kredit konsumtif yang tidak menghalangi pengajuan KUR. Justru, memiliki riwayat pembayaran KPR yang lancar dapat meningkatkan kepercayaan bank.
Apa konsekuensi jika telat bayar cicilan KUR?
Akan dikenakan denda keterlambatan dan riwayat kredit tercatat di SLIK OJK. Hal ini akan menyulitkan pengajuan kredit di masa depan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan ketentuan KUR yang berlaku per Januari 2026 sesuai Permenko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2025. Suku bunga, plafon, dan persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan bank. Untuk informasi terkini dan persetujuan kredit, hubungi kantor cabang BTN terdekat atau kunjungi website resmi btn.co.id.
Penutup
KUR BTN 2026 menawarkan peluang emas bagi pelaku UMKM di sektor properti dan bahan bangunan untuk mengembangkan usaha dengan modal berbunga rendah. Dengan plafon hingga Rp500 juta dan bunga hanya 6% per tahun, beban cicilan menjadi jauh lebih ringan dibandingkan kredit komersial.
Kunci keberhasilan pengajuan terletak pada kelengkapan dokumen, kondisi usaha yang riil, dan riwayat kredit yang bersih. Manfaatkan kesempatan ini untuk membawa usaha Anda ke level berikutnya. Hubungi kantor cabang BTN terdekat atau konsultasikan kebutuhan modal usaha Anda dengan petugas bank.