Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada di zona hijau pada Kamis, 2 April 2026. Meski sentimen global masih campur aduk, tekanan jual dari investor asing mulai mereda, memberi ruang bagi penguatan teknikal yang menjanjikan.
Pada sesi sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,93% ke level 7.184,43. Angka ini menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan setelah beberapa hari sebelumnya tertekan. Namun, investor asing masih melakukan jual bersih, terutama pada saham-saham blue-chip seperti BMRI, BBRI, dan ANTM.
Saham Pilihan yang Layak Diperhatikan
Hari ini, beberapa analis dari BNI Sekuritas dan Kiwoom Sekuritas Indonesia menyoroti sejumlah saham yang berpotensi melanjutkan tren positif. Saham-saham ini dipilih berdasarkan fundamental yang kuat dan sinyal teknikal yang mengundang optimisme.
1. EMAS (PT Merdeka Gold Resources Tbk)
Saham ini menjadi salah satu favorit di tengah kenaikan harga emas global. Tekanan terhadap mata uang dollar dan ketidakpastian geopolitik membuat emas tetap diminati sebagai safe haven.
2. MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk)
Dengan dorongan dari peningkatan permintaan baterai lithium-ion, MBMA terus menunjukkan performa positif. Emiten ini berada di jalur industri EV (kendaraan listrik) yang sedang tumbuh pesat.
3. ADMR (PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk)
ADMR menarik perhatian karena eksposurnya pada komoditas strategis seperti nikel dan tembaga. Saham ini memiliki potensi apresiasi seiring peningkatan permintaan dari sektor hijau dan energi terbarukan.
4. WIFI (PT Solusi Sinergi Digital Tbk)
Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, WIFI menjadi salah satu saham teknologi yang menjanjikan. Emiten ini fokus pada infrastruktur digital dan layanan berbasis teknologi.
5. ARCI (PT Archi Indonesia Tbk)
ARCI menawarkan eksposur pada sektor konstruksi dan infrastruktur yang mulai bergairah kembali. Saham ini juga mendapat dorongan dari rencana pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur.
6. PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy Tbk)
PGEO tetap menjadi pilihan menarik di tengah fokus pemerintah terhadap energi terbarukan. Emiten ini memiliki portofolio besar dalam pengembangan energi geotermal di Indonesia.
Strategi Trading dan Rekomendasi Teknis
Investor jangka pendek bisa memanfaatkan peluang trading pada saham-saham di atas dengan strategi yang tepat. Berikut beberapa rekomendasi teknis dari analis berpengalaman:
- EMAS: Beli di kisaran 8.350–8.475, cut loss di bawah 8.300, target 8.675–8.950.
- MBMA: Beli di area 690–730, cut loss di bawah 670, target 750–810.
- ADMR: Beli di 1.950–1.980, cut loss di bawah 1.940, target 2.050–2.120.
- WIFI: Beli jika tembus 2.260, target 2.300–2.380, cut loss di bawah 2.210.
- ARCI: Beli di area 1.100–1.150, cut loss di bawah 1.080, target 1.200–1.250.
- PGEO: Beli di kisaran 1.800–1.850, cut loss di bawah 1.780, target 1.900–1.950.
Penutupan Pasar dan Sentimen Investor
Pada Rabu, 1 April 2026, IHSG berhasil menembus level 7.100 dan ditutup di 7.184,43. Meski volume transaksi belum terlalu tinggi, penguatan ini didukung oleh sejumlah saham kapitalisasi besar.
Sebanyak 475 saham naik, 209 turun, dan 135 stagnan. Sektor industri menjadi pendorong utama dengan kenaikan 6,11%, disusul consumer siklikal naik 5,22%. Investor lokal tampaknya mulai kembali membeli saham setelah beberapa hari terakhir menghindar dari pasar.
Pergerakan Sektor dan Arus Dana
Sentimen positif juga datang dari meredanya ketegangan di Timur Tengah. Meski begitu, arus dana asing masih belum menunjukkan tanda-tanda kembali masuk secara agresif.
Total transaksi mencapai 2,01 juta kali dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,5 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada di kisaran Rp 16.970.
Berikut adalah rincian kinerja sektor:
| Sektor | Kenaikan (%) |
|---|---|
| Industri | 6,11% |
| Consumer Siklikal | 5,22% |
| Basic Materials | 3,55% |
| Infrastruktur | 3,01% |
| Energi | 2,11% |
| Teknologi | 1,46% |
| Transportasi & Logistik | 1,79% |
| Properti | 1,25% |
| Keuangan | 0,17% |
| Consumer Nonsiklikal | 1,15% |
| Kesehatan | -0,20% |
Hanya sektor kesehatan yang mencatatkan koreksi kecil, sedangkan sektor lainnya menunjukkan performa positif.
Kesimpulan dan Catatan Penting
Investasi saham tetap mengandung risiko. Keputusan pembelian atau penjualan sebaiknya didasari oleh analisis mandiri dan pertimbangan risiko yang sesuai profil investasi.
Data dan rekomendasi dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Harga saham sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi, sentimen pasar, dan faktor eksternal lainnya.
Disclaimer: Informasi di atas hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi resmi. Hasil trading bisa berbeda dari prediksi yang disebutkan.