Mukalla adalah kota kecil di pesisir selatan Yaman, sebuah tempat yang mungkin tak banyak dikenal. Tapi bagi seorang yang sedang terjebak dalam keterbatasan waktu dan akses perjalanan, kota ini tiba-tiba saja menjadi destinasi penting. Terlebih ketika pilihan untuk terbang ke kota-kota besar seperti Aden atau San’a harus pupus karena situasi yang tak memungkinkan.
Kota ini ditempuh setelah melewati perjalanan panjang dari Tarim, sebuah kota yang dikenal sebagai pusat para Habib di Yaman. Perjalanan ke Mukalla memakan waktu sekitar lima jam dengan mobil. Tapi, perjalanan itu bukan sekadar soal jarak. Ada cerita, ada kejutan, dan ada juga nama yang menarik: Amang.
Mobil dan Kekuasaan Al Qaeda yang Singkat Tapi Berdampak
- Sejak tahun 2014, jumlah mobil di Mukalla mulai meningkat pesat.
- Ini terjadi karena Al Qaeda sempat berkuasa di kota ini dan menghapus pajak impor, termasuk untuk mobil.
Begitu banyaknya mobil Toyota di Mukalla mungkin terdengar biasa, tapi tidak jika kita tahu bahwa harga mobil di sana bisa setara Rp 75 juta untuk Toyota Noah. Padahal, di negara lain, harga segitu belum tentu cukup untuk mobil sekelas LCGC. Mobil impor dari Jepang dan Eropa justru langka. Yang dominan adalah Toyota, dengan model-model seperti Voxy, Noah, dan Avanza.
Kebijakan Al Qaeda selama setahun berkuasa memang kontroversial. Tapi dampaknya terasa nyata di jalanan Mukalla. Setelah mereka diusir pada tahun 2015, harga mobil kembali normal, tapi jejak kebijakan itu masih terlihat hingga kini.
Nama yang Berubah Jadi Identitas
- Amang adalah nama panggilan dari seorang pemuda asli Hadramaut bernama Abdurrahman.
- Ia pernah kuliah di Surabaya, dan nama "Amang" diberikan oleh teman-teman di sana.
Di Surabaya, nama asing yang sulit diucapkan seringkali disederhanakan. Dari Abdurrahman menjadi Amang. Dan ternyata, ia menyukai nama itu. Bahkan, ketika kembali ke Tarim, nama yang ia gunakan di ponselnya tetap Amang.
Menurutnya, "Amang" adalah panggilan umum untuk orang bernama Abdurrahman di Makassar. Tapi di Jawa, nama itu berbeda. Di sana, Abdurrahman biasanya disingkat jadi "Dur", seperti Gus Dur (Abdurrahman Wahid).
Ia juga bercerita tentang teman sekampungnya yang bernama Alawi. Di Surabaya, Alawi dipanggil "Wi", tapi ia tidak suka karena merasa panggilan itu terdengar jelek. Akhirnya, ia memilih dipanggil "Amat" saja. Ternyata, "Amat" bukan berasal dari nama Muhammad, melainkan dari Ahmad.
Perjalanan yang Tak Terduga
- Rencana awal adalah terbang ke Aden, tapi pesawat mendarat di Saiyun.
- Saiyun dekat dengan Tarim, membuat penulis tetap bisa ke sana meski jalur utama terputus.
Saiyun adalah kota kecil yang letaknya hanya 40 km dari Tarim. Bagi penulis, ini adalah keberuntungan tersendiri. Karena jika benar-benar sampai di Aden, mungkin ia tak akan pernah menginjakkan kaki di Tarim. Dan tanpa Tarim, tak akan ada catatan tentang kota itu dalam enam seri tulisan yang ditulisnya.
Namun, setelah tiba di Tarim, penulis mulai merasa bosan. Tidak ada banyak hal yang bisa dilakukan. Ziarah ke makam para wali hanya butuh satu hari. Menghafal Al-Quran sudah terlalu terlambat. Dan membahas silsilah Habib bisa terjebak pada perdebatan tanpa akhir.
Akhirnya, ia melihat peta dan menemukan Mukalla. Jauh, tapi setidaknya bisa menjadi alternatif. Dan karena perjalanan ke sana membutuhkan izin khusus, Amang pun membantu mengurus surat jalan. Tanpa itu, penulis tak akan bisa melewati pos-pos pemeriksaan bersenjata di sepanjang jalan.
Mukalla: Kota Kecil dengan Kehidupan yang Nyata
Mukalla bukan destinasi wisata. Tapi kota ini punya cerita. Dari mobil-mobil bekas impor yang murah meriah, hingga kebijakan unik dari kelompok ekstrem yang pernah berkuasa. Semua itu menciptakan dinamika sosial dan ekonomi yang menarik untuk diamati.
Tidak ada keindahan alam seperti pegunungan atau pantai eksotis. Tapi yang ada adalah kehidupan sehari-hari warga yang berjalan di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi. Kota ini adalah cerminan dari Yaman yang kompleks, tempat di mana kekuasaan bisa berubah tangan dalam waktu singkat, tapi dampaknya bisa bertahan lama.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat subjektif dan didasarkan pada pengalaman pribadi penulis. Situasi keamanan, akses transportasi, dan kebijakan lokal di Yaman dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Data harga dan kondisi sosial-politik bersifat perkiraan berdasarkan pengamatan di lapangan dan dapat berbeda dengan kondisi aktual saat ini.
Mukalla mungkin bukan kota yang akan masuk dalam panduan wisata manapun. Tapi bagi yang sedang dalam perjalanan tak terduga, kota ini bisa menjadi cerita yang tak terlupakan. Dan di sanalah letak keunikan tempat ini: bukan dari keindahannya, tapi dari kejutan yang ia tawarkan.