Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, kembali mengingatkan pentingnya memperkuat fondasi spiritual dalam kehidupan keluarga. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh digital yang kian hari kian meningkat, menjaga kualitas iman dan takwa menjadi semacam benteng untuk melindungi keluarga dari berbagai godaan.
Pernyataan ini disampaikan Yantie saat membuka Pelatihan Penguatan Karakter Keluarga Bidang Spiritual yang diadakan di Aula Kantor TP PKK Kota Bogor, Jalan Semboja. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema "Bulan Peningkatan Iman, Menyebarkan Cinta, dan Kepedulian Pada Sesama", dan diikuti oleh 200 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Bogor.
Penguatan Spiritual sebagai Fondasi Keluarga Tangguh
Kegiatan ini tidak sekadar pelatihan biasa. Ia lebih kepada ajakan untuk kembali ke pangkuan ilmu agama, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Yantie Rachim menyebutnya sebagai "majelis ilmu kilat", yang dirancang agar peserta bisa langsung merasakan manfaatnya dalam waktu singkat namun intens.
Momen seperti ini, menurutnya, sangat penting untuk membangun ketahanan keluarga dari dalam. Bukan hanya soal ekonomi atau pendidikan, tapi juga kekuatan spiritual yang menjadi landasan utama dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
1. Memperkuat Iman di Tengah Tantangan Digital
Era digital membawa banyak kemudahan, namun juga risiko. Banyak keluarga kini lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar daripada berdialog langsung. Hal ini berpotensi melemahkan nilai-nilai luhur yang seharusnya diwariskan dari generasi ke generasi.
Yantie Rachim menegaskan bahwa penguatan karakter spiritual bukan pilihan, tapi kebutuhan. Terutama di tengah situasi di mana anak-anak dan remaja rentan terpapar konten negatif yang dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku mereka.
2. Empat Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu
Dalam sambutannya, Yantie juga menyebut empat keutamaan yang didapat ketika seseorang menghadiri majelis ilmu. Hal ini menjadi pengingat penting akan manfaat spiritual yang bisa dirasakan secara langsung oleh peserta pelatihan.
- Pertama, keberkahan dari Allah SWT bagi peserta majelis ilmu.
- Kedua, kemudahan dan ketenangan hati sebagai hasil dari peningkatan pemahaman agama.
- Ketiga, perlindungan dari malaikat selama perjalanan menuju dan dari majelis.
- Keempat, penghapusan dosa-dosa sebagai bentuk rahmat dari Allah SWT.
Tausiah Inspiratif dari Ustadzah Sri Kusnaeni
Selama tiga hari kegiatan, peserta dibekali dengan tausiah yang disampaikan langsung oleh Ustadzah Sri Kusnaeni. Materi yang dibawakan tidak hanya teoretis, tapi juga relevan dengan kondisi keluarga di lapangan.
Ustadzah Sri membahas bagaimana keluarga bisa menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan. Ia juga menyampaikan pentingnya peran ibu dalam membangun karakter anak sejak dini melalui pendekatan yang penuh kasih sayang dan keteladanan.
3. Membangun Kebiasaan Positif dalam Keluarga
Salah satu poin penting yang dibahas adalah bagaimana keluarga bisa menciptakan rutinitas positif yang mendukung pertumbuhan spiritual. Mulai dari membaca Al-Qur’an bersama, saling mengingatkan, hingga menjaga shalat berjamaah di rumah.
Hal ini bukan soal beban, tapi justru kebiasaan yang bisa mempererat hubungan antaranggota keluarga. Dengan rutinitas ini, keluarga tidak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga tempat tumbuhnya nilai-nilai luhur.
4. Menyebar Kepedulian kepada Sesama
Tema "menyebarkan cinta dan kepedulian" juga menjadi bagian penting dari pelatihan ini. Peserta diajak untuk memahami bahwa keimanan yang kuat harus diimbangi dengan sikap peduli terhadap sesama.
Kader PKK dituntut untuk tidak hanya menjadi penggerak di bidang kesejahteraan, tapi juga dalam hal kepedulian sosial. Mulai dari membantu tetangga yang sedang kesulitan, hingga terlibat dalam program kemanusiaan yang lebih luas.
Peran PKK dalam Membentuk Keluarga Berkarakter
TP PKK bukan hanya soal kegiatan fisik atau pemberdayaan ekonomi. Peran mereka juga sangat besar dalam membentuk karakter keluarga yang tangguh dari segi spiritual. Melalui pelatihan seperti ini, diharapkan kader PKK bisa menjadi agen perubahan di tingkat keluarga dan masyarakat.
5. Menjadikan Rumah sebagai Pusat Pembelajaran Agama
Langkah konkret yang bisa diambil adalah menjadikan rumah sebagai pusat pembelajaran agama. Tidak harus formal, tapi bisa dimulai dengan kebiasaan sederhana seperti membaca Al-Qur’an bersama sebelum tidur atau berdiskusi tentang pelajaran agama di waktu santai.
6. Membiasakan Salat Berjamaah di Rumah
Salah satu cara mudah untuk memperkuat ikatan spiritual keluarga adalah dengan salat berjamaah di rumah. Ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga sarana mendidik anak tentang disiplin dan kebersamaan.
7. Menghindari Pengaruh Negatif dari Dunia Maya
Keluarga perlu memiliki kesadaran untuk membatasi paparan terhadap konten negatif di media sosial atau internet. Orang tua dituntut untuk menjadi filter yang bijak, agar anak-anak tetap tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan sesuai dengan nilai-nilai agama.
Momentum Ramadan untuk Membangun Kembali
Bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkuat iman dan membangun kembali hubungan dengan Allah SWT. Yantie Rachim menekankan bahwa pelatihan ini hadir sebagai sarana untuk memanfaatkan waktu Ramadan secara maksimal.
Tidak hanya untuk puasa dan tarawih, tapi juga untuk mendalami makna ibadah dan memperbaiki diri. Dengan begitu, manfaat Ramadan bisa terasa sepanjang tahun, bukan hanya saat bulan berjalan.
8. Menjadikan Ilmu sebagai Panduan Hidup
Ilmu agama bukan sekadar hafalan atau teori. Ia harus menjadi panduan dalam setiap langkah kehidupan. Peserta pelatihan diajak untuk tidak hanya mendengar, tapi juga mengamalkan apa yang dipelajari.
9. Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat
Kehidupan modern menuntut banyak hal, tapi itu tidak berarti harus mengorbankan nilai spiritual. Keseimbangan antara dunia dan akhirat bisa dicapai dengan manajemen waktu yang baik dan niat yang lurus.
Kesimpulan
Pelatihan penguatan karakter keluarga bidang spiritual ini bukan sekadar agenda rutin TP PKK. Ia adalah langkah nyata dalam membangun ketahanan keluarga nasional dari dalam. Dengan memperkuat fondasi spiritual, keluarga akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar.
Yantie Rachim berpesan agar peserta tidak hanya menjadi pendengar, tapi juga penggerak di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, manfaat pelatihan ini bisa menyebar lebih luas dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dan pelaksanaan kegiatan setempat. Data dan pernyataan bersifat valid pada tanggal publikasi.